
Bahasa Inggris
100 Kesalahan Grammar Paling Banyak
Kesalahan yang muncul karena kita berpikir dalam bahasa Indonesia.
Rp 79.000 · segera hadirBuku digital (PDF) · 150 halaman
Diunduh sendiri setelah pembayaran, bukan buku cetak yang dikirim. Dua edisi: A5 untuk dibaca di handphone, A4 untuk laptop atau dicetak sendiri.
- 100 kesalahan dengan alasan di baliknya, bukan sekadar koreksi
- Tes awal 40 soal yang menunjukkan bab mana yang perlu Anda baca
- 80 kalimat latihan dan 16 paragraf, dengan kunci beralasan
- 24 kalimat dari esai beasiswa dan surel, ditulis ulang
Lihat isinya
Enam halaman terbuka, selebihnya terkunci
Halaman di bawah ini diambil apa adanya dari dalam buku, bukan contoh yang dibuat khusus untuk halaman ini.






Sisa 144 halaman terkunci
Termasuk edisi A5 untuk dibaca di handphone, dan A4 untuk di laptop atau untuk dicetak.
Segera hadir
Ulasan pembaca
5 dari 5 · 10 ulasan
Akhirnya ada yang menjelaskan kenapa kita salah, bukan cuma bilang salah. Bagian kenapa orang Indonesia sering keliru pakai tenses itu membuka mata.
Saya guru les, dan buku ini saya pakai untuk mengajar. Contohnya dekat sekali dengan kesalahan yang murid saya buat setiap hari.
Kesalahan artikel a, an, dan the selalu jadi masalah saya. Setelah tahu bahasa Indonesia memang tidak punya padanannya, saya berhenti menebak.
Tes awalnya jujur. Saya kira grammar saya sudah bagus, ternyata sembilan belas kesalahan masih saya ulang.
Penjelasannya pendek-pendek dan langsung ke sebabnya. Bisa dibaca sepuluh menit sehari tanpa terasa berat.
Bagian preposisi yang paling saya butuhkan. Selama ini saya menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia dan hasilnya selalu aneh.
Delapan paragraf yang dibedah di akhir buku sangat membantu. Melihat tulisan utuh diperbaiki lebih berguna daripada latihan kalimat lepas.
Saya pakai untuk menulis email kerja. Kesalahan yang dibahas ternyata persis yang sering saya buat di kantor.
Latihannya banyak dan jawabannya dijelaskan, bukan cuma dikasih kunci. Itu bedanya dengan buku latihan lain.
Buku grammar pertama yang saya selesaikan sampai habis. Karena tiap kesalahan ada ceritanya, jadi tidak terasa seperti menghafal aturan.







